Home > Uncategorized > Memahami Perbedaan Create vs Consume

Memahami Perbedaan Create vs Consume

Anda menghasilkan uang? Apakah barang tersebut malah menghabiskan uang Anda? Ataukah justru barang itu bakal menyusahkan Anda nantinya?

Mayoritas pembelian yang kita lakukan biasanya berujung pada liabilities (utang/tanggungan). Apalagi, bila kita membelinya sekarang dengan utang (kartu kredit). Lebih parah lagi, pembelian tersebut biasanya untuk barangbarang yang sifatnya konsumtif, bukan untuk barangbarang yang produktif atau bisa digunakan untuk cari duit. Akibatnya, pembelian-pembelian tersebut hanya akan menguras waktu dan energi Anda. Celaka sudah.

Cobalah untuk mengevaluasi pembelian-pembelian yang sudah Anda lakukan dalam 1-2 bulan terakhir. Menurut Anda, apakah pembelian-pembelian itu adalah pembelian yang memang valuable (worth the money) atau tidak? Apa yang bisa Anda simpulkan dari pembelian-pembelian Anda selama 1-2 bulan terakhir ini?

Mulai saat ini, sebelum melakukan pembelian apa pun (apalagi yang harganya cukup mahal), ajukan pertanyaan ini ke diri Anda sendiri:

What value will this provide? Will this help me become a better person?

Kalau jawaban untuk dua pertanyaan tersebut adalah “YA,” then go for it. Tapi kalau “TIDAK,” segeralah untuk membuang jauh pikiran Anda untuk membelinya.  We earn money 5 days a week, but we spend money 7 days a week!”

Pada bab sebelumnya, saya sudah mengulas soal price vs value. Maka kaii ini saya ingin membahas soal creating something vs consuming something.

Fakta yang terjadi di dunia ini adalah bahwa sebagian besar dari kita hanya bisa mengonsumsi, tidak bisa memproduksi atau menghasilkan sesuatu. Most people don’t create. Most people consume.

Mungkin terdengar sederhana, namun perbedaan ini akan terasa sangat signifikan sekali pengaruhnya.

Di dunia ini, produsenlah yang menghasilkan uang dan konsumenlah yang menghabiskan uang. Produsen adalah mereka yang diuntungkan. Konsumen adalah mereka yang cenderung dirugikan.

Jadi, kalau Anda sudah bosan hidup susah dan ingin mengubah hidup Anda, maka mulailah melihat dari perspektif produsen.

Jadilah seorang produsen. Buatlah sesuatu yang punya value dan diminati orang banyak. Start becoming in demand. Start taking the drivers’ seat.

Sebelumnya Anda membeli laptop dan BlackBerry dengan kacamata konsumen. Anda menggunakannya hanya untuk bermain game, BBM dengan teman-teman, atau ngobrol yang tak terlalu penting.

Sekarang, mulailah melihat dari kacamata produsen.

Cobalah manfaatkan laptop Anda untuk menghasilkan sesuatu, menulis buku, membuat aplikasi pemrograman, atau menggambar desain yang bisa dijual, dan seterusnya. Cobalah manfaatkan BlackBerry Anda untuk membuat group guna memasarkan pakaian dan aksesori. Pergunakan BlackBerry Anda untuk membangun kontak dengan prospek atau caion customerAnda. Apa pun yang bisa dilakukan dari kacamata seorang produsen.

Kalau selama ini Anda cuma gemar membeli buku karya Ebrang lain, mengapa tidak mulai mencoba menulis buku iAnda sendiri?

Kalau selama ini Anda hanya mengikuti seminar orang i lain, hey, kenapa tidak Anda buat seminar Anda sendiri? Toh, Anda juga punya keahlian dan knowledge yang bisa ii berguna buat orang lain, bukan? Kalau selama ini Anda berpikiran untuk membeli franchise orang lain, mengapa tidak mencoba membuat sendiri E bisnis Anda dan menjual lisensi franchise-nya kepada A oranglain?

Percayalah, perubahan mindset ini akan sangat berpengaruh sekali.

Kebanyakan orang-orang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya, dari slip gaji yang satu ke slip gaji yang lain, tak jarang berujung pada utang.

Mengapa?

Karena kita hanya berfokus pada membeli, membeli, dan membeli sesuatu. Kita tidak pernah berfokus pada menghasilkan atau menjual sesuatu.

So, from now on, start producing something! Start becoming in demand. Start taking the drivers’ seat.

Categories: Uncategorized Tags:
December 4th, 2014