Home > Uncategorized > Membangun Kekayaan Anda Dalam 4 Langkah Mudah

Membangun Kekayaan Anda Dalam 4 Langkah Mudah

”For years, we’ve been playing by old rules and the results have been dismal. It’s time for a bold new direction!”

Percayalah, Anda tidak perlu menjadi seorang akuntan untuk bisa membangun fondasi kekayaan Anda. Secara teori, persamaan matematikanya sederhana. Anda hanya perlu memahami tiga prinsip dasar saja:

1. Berapa jumlah nominal uang yang Anda investasikan
2. Berapa tingkat pertumbuhan investasi Anda
3. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk itu

Sayangnya, banyak orangyang tidak bisa memahamitiga prinsip dasar tersebut di atas. Lebih parah lagi, banyak Orang yang Sudah memahami, tetapi justru tidak mau mengambil tindakan untuk mengantisipasinya. Wajar kalau sangat sedikit orangyang bisa mencapaikebebasan finansialnya dalam waktu singkat.

Kalau saya boleh menganalogikan, mengajari orang lain untuk merencanakan keuangan itu seperti mengajari mereka untuk berhentimerokok. Kita berhadapan dengan kebiasaan (habit) yang salah dan susah diubah. Lebih parah lagi, mereka mungkin tahu bahwa perencanaan keuangan (atau berhenti merokok) itu penting untuk dilakukantetapi cuek dan malas untuk mengubahnya.

Kebanyakan orang hidup masih menikmati hidup susah karena mereka sendiri tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak berbuat apaapa karena merasa bahwa apa yang harus mereka lakukan itu berat adanya. Mari kita buat assessment kecilkecilan. Apakah yang selama ini Anda lakukan sudah sejalan dengan tujuan finansial yang Anda harapkan?

Saya akan coba jabarkan dalam beberapa poinyang lebih detail sebagaiberikut:

Menurut saya, ini adalah kesalahan paling mendasar dan lazim dilakukan orang. Kita ingin bisa cepat kaya. Kita ingin supaya bisa pensiun dini. Tapi kita lupa (atau malas) tidak membuat rencana yang tercatat terhadap tujuantujuanyang ingin kita raih itu. Akibatnya, rencana tinggallah rencana.

Dalam buku saya, pernah saya tuliskan bahwa perencanaan keuangan itu seperti meluncurkan roket ke bulan. Posisi awal kita jelas. Target yang kita tuju juga jelas. Tapi kalau dalam perjalanannya kita berbelok sedikt saja, maka hasil akhirnya bisa meleset ribuan kilometer jauhnya.

Perencanaan keuangan adalah hasil dari keputusankeputusan kecil yang Anda buat dan Anda lakukan dari hari ke hari. Inilah mengapa Anda perlu merumuskan sendiritujuan finansial Andadan menuliskannya. Inilah yang akan menjadi panduan Anda dalam melangkah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Business School selama 30 tahun terakhir menemukan bahwa hanya ada 3% alumni mereka yang menuliskan target yang ingin mereka capai setelah mereka Iulus. 83% yang lain tidak menuliskan rencana atau tujuan apa pun. Setelah dibandingkan, mereka yang menuliskan target tersebut menghasilkan 10 kalilebih banyak daripada merekayang tidak menuliskan apaapa.

Jadi, mulailah sekarang untuk menuliskan rencanaAnda. Tidak ada benar atau salah di sini. Semua bergantung Anda. Lebih dariitu, menulis rencana finansial Andatidak membutuhkan biaya apa-apa. Kedua, setelah Anda mampu melewati target rencana yang Anda tetapkan, rasanya begitu melegakan dan membahagiakan. Percayalah.

Residual Income alau Passive Income

lnti dari kebebasan finansial adalah mendapatkan aset yang akan memberikan residual income atau passive income sekalipun Anda tidak bekerja. Tentu saja residual income tersebut harus lebih besar daripada pengeluaran rutin Anda.

Hidup kita sendiri sebenarnya bisa dibagi dalam tiga fase yang berbeda: (1) masa aktif bekerja, (2) semi-pensiun, dan (3) pensiun total.

Masa aktif bekerja adalah masa-masa di manaAnda harus agresif mengejar karier dan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Selagi bekerja,Anda bisa melakukan akumulasi aset yang nantinya bisa memberikan residual income atau passive income kepada Anda. Aset ini bisa berupa fisik (misal rumah untuk dikontrakkan) atau non-fisik (seperti reksadana, saham, obligasi, dan sebagainya).

Masa semi-retirement adalah masa di mana Anda mulai mengurangi proporsi kerja Anda dan lebih fokus pada pertumbuhan aset yang sudah Anda akumulasi dari fase berikutnya. Masa pensiun total adalah masa di mana Anda benarbenar tidak perlu bekerja karena aset-aset yang Anda miliki sudah bisa menghasilkan residual income atau passive income buat Anda.

Kendalikan Gaya Hidup Anda

Lingkungan sosial masyarakat kita mengajarkan kita untuk “terlihat” kaya—bukan “menjadi” kaya. Kita dihadapkan pada gelombang konsumerisme yang begitu ganas. lklan merajai media di sekitar kita. Di manamana tawaran kartu kredit dengan gampang diberikan. Promosi produk mendorong kita untuk berbelanja macammacam—termasuk apa yang tidak benar-benar kita butuhkan.

Akibatnya, kita cenderung mengejar status. Punya Blackberry terbaru dianggap sebagai simbol kesuksesan. Mengenakan setelan bermerek dianggap orang hebat. Mengendarai BMW atau Mercedes-Benz dibilang keren. Kita menjadi merasa rendah diri bila tidak mempunyai simbol-simbol tersebut. Godaan tersebut mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak. Kita membeli barang-barang yang sebenarnya kita tidak perlukan hanya demi mendapatkan status. Kita nongkrong di cafe-cafe mahal hanya demi mendapatkan pengakuan dan eksis dalam pergaulan.

Bukannya melakukan akumulasi aset, kita malah melakukan akumulasi utang (liabilities). Kalau sudah begini, kapan bisa kaya? Anda tidak akan pernah kaya kalau hanya bisa membelanjakan uang. Anda baru bisa menjadi kaya kalau Anda bisa mendapatkan aset-aset produktif yang akan memberikan residual income atau passive income buat Anda. Tak peduli apakah Anda bekerja seorang diri (freelance), bekerja kantoran untuk orang Iain, atau mengelola bisnis sendiri,pastikan bahwasetiaprupiahyangAndabelanjakan akan memberi kontribusi bagi fondasi kekayaan Anda.

Memang benar, hal ini Iebih mudah diucapkan dan dibayangkan daripada benar-benar dilakukan. Namun seperti diungkapkan Thomas Stanley dalam bukunya The Millionaire Next Doorsetiap miliarder yang ia temui memiliki sikap mental yang sama: disiplin dan persisten.

Jadi, mengapa tidak kita tiru mereka? Save money. Build assets. Save again. Build assets again. The sooner, the better. Kebiasaan menunda-nunda sesuatu adalah hal yang sungguh tidak patut dilakukan. Dalam bidang perencanaan keuangan, menunda bisa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Dalam berinvestasi, kita mengenal apa yang kita sebut sebagai compounding interest atau efek bungaberbunga. Makin dini Anda memulai merencanakan keuangan Anda, maka makin besar pula hasil yang akan Anda dapatkan karena investasi Anda akan terus berakumulasi.

Misalkan Anda memulai investasi di usia 20 tahunan, ma ka Anda hanya perlu menginvestasikan sekitar 10%-15% saja dari penghasilan Anda. Bila Anda memulai investasi di usia 30 tahunan, maka untuk menghasilkan nominal yang sama, Anda perlu menginvestasikan 15%-25% dari penghasilan Anda. Kalau Anda menunda hingga usia 40 tahunan, maka untuk mendapatkan jumlah yang sama besarnya, Anda harus berinvestasi 25%—35% dari penghasilan Anda. Celakanya kalau Anda baru memulai investasi di usia 50 tahunan, maka mungkin Anda tidak punya cukup waktu untuk menikmati efek bunga-berbunga tadi.

Jadi, muiailah merencanakan keuangan Anda sejak dini. Makin cepat Anda mulai, maka beban yang Anda tanggung akan semakin terasa ringan. Sebaliknya, makin lama Anda menunda, maka beban yang Anda tanggung akan makin besar pula.

Lakukan sekarang. Perlahan tapi pasti. Otomatisasikan.

Categories: Uncategorized Tags:
December 10th, 2014