Home > Uncategorized > Mengenal Kembali lnvestasi

Mengenal Kembali lnvestasi

“Explain to me again why enjoying life when I retire is more important than enjoying life now.”

Salah kaprah yang sering terjadi adalah kita bekerja keras demi mencari uang. Padahal, seharusnya uang yang harus bekerja keras—jauh lebih keras daripada kita.

Nah, kalau Anda sudah bosan hidup susah, maka Anda harus memaksimumkan nilai guna dan kebermanfaatan dari setiap rupiah yang Anda peroleh. Kita sudah bekerja keras menghasilkan uang. Sekarang biarkan uang bekerja keras buat kita.

Caranya adalah melalui investasi.

lnvestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menanamkan uang untuk tujuan=mempero|eh keuntungan. lnvestasi dalam kacamata ekonomi bisa diartikan sebagai menunda konsumsi saat ini dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan sebagai kompensasi atas waktu dan risiko terkait dengan investasi yang dilakukan (ingat “compound interest” dan “time value of money? yang sudah dibahas pada bab sebelumnya).

Contoh konkretnya, Anda mendapatkan gaji misalkan Rp5 juta bulan ini. Anda bisa mengonsumsi uang tersebut dengan membelanjakannya sesuai keinginan Anda. Tapi Anda juga bisa mengalokasikan sebagian (misal Rp2 juta) untuk diinvestasikan lewat membeli reksadana. Anda melakukan itu dengan harapan di masa depan kelak hasil investasi reksadana Anda akan melebihi biaya yang Anda keluarkan saat ini.

Oke, lalu apa sih target atau sasaran tembak dari investasi?

Pertama : Inflasi

Kalau return dari investasiAnda Iebih kecil daripada inflasi, maka apa yang Anda lakukan sia-sia karena secara teknis, nilai riil uang (kekayaan)Anda sudah menyusut. Misalkan return investasi Anda 8% padahal laju pada periode

fang sama sebesar 10%, make Anda mengalami “rugi” [bobesar-2%. Memang benar, investasiAnda membuahkan ghasil, namun hasil investasi tersebut tidak bisa mengejar {Recepatan laju

Kedua: Benchmark.

EBanchmark adalah tolok ukur yang bisa menjadi E barometer kesuksesan investasi Anda. Misalkan Anda F berinvestasi dalam bentuk saham. Portofolio saham Anda bertumbuh sebesar 20% padahal rata-rata pertumbuhan Esaham di Bursa Efek Indonesia (IHSG) hanya 15%. Maka, secara teknis Anda sudah “mengungguli” market sebesar +5%. Contoh lain, Anda membeli sebuah ruko di f suatu daerah. Dalam waktu beberapa tahun harga ruko F milik Anda tersebut naik 100% karena lokasinya sangat strategis. Padahal ruko-ruko lain di sekitar wilayah Anda kenaikannya hanya sebesar 80%—-90% saja. Maka Anda sudah mengungguli benchmark Anda.

Kalau sampai Anda bisa mengungguli benchmark Anda, é berarti kemampuan dan keterampilan investasi Anda Iebih superior dibandingkan rekan-rekan (peers) Anda. Tapi kalau sampai return investasi Anda berada di bawah laju maka segeralah bertobat. Anda harus buru-buru mengubah strategi investasi Anda.

Pada bab sebelumnya, saya mengajari Anda untuk mengukur apakah pencapaian kita sudah on target atau malah behind schedule.

Intinya, kalau Anda ingin cepatcepat kaya dan bisa pensiun dini, maka buatlah agar return investasi Anda memberikan hasilyang tinggi (faktor return) dan mulailah berinvestasi sejak dini (faktor waktu. Kombinasi antara faktor waktu dan faktor return bisa memberikan Anda hasil investasiyang maksimal.

Categories: Uncategorized Tags:
December 5th, 2014