Home > Uncategorized > Menghitung Untung/Rugi Unit-Link

Menghitung Untung/Rugi Unit-Link

“I finally found a life insurance program we can afford. When I die, they’ll send you a lottery ticket.”

Unit-link adalah produk hybrid yang mengombinasikan U antara asuransi dengan reksadana dalam satu produk yang terpadu. Namun tak sedikit orang yang masih mengasumsikan bahwa unit-link sama dengan reksadana. Hal ini adalah salah kaprah yang cukup fatal karena unitlink mempunyai “link” ke asuransi sehingga menimbulkan biaya (cost of insurance/sci). Oleh karena biaya itulah maka unit-link tidak bisa disebut sebagai investasi yang murni (pure), apalagi disamakan dengan reksadana.

Nah, pertanyaan berikutnya yang timbul adalah manakah yang lebih menguntungkan apabila kita mengambil unitlink secara langsung dibandingkan dengan kita mengelola sendiri asuransi dan reksadana masing-masing secara terpisah?

Berikut adalah ilustrasi perbandingan apabila kita mengambil unit-link dengan apabila kita mengambil asuransi murni dan reksadana secara terpisah. Masingmasing metode sama-sama menyetorkan Rp6 juta per tahun selama 10 tahun ke depan dan tidak ada lagi setoran setelah tahun ke-11.Adapun manfaat asuransinya adalah sama, mencakup perlindungan jiwa, kecelakaan, rumah sakit, serta waiver premium. Sementara return reksadana diasumsikan 15% per tahun.

Dari ilustrasi di atas terlihat jelas bahwa pada akhir tahun ke-20 terdapat gap yang cukup signifikan, yakni Rp117 juta. Selain itu, biaya asuransi yang kita ambil secara terpisah hanya membutuhkan Rp55 juta saja, sementara biaya (cost of insurance) unit-link bisa mencapai Rp71 juta.

Dalam hal asuransi (murni) sendiribaik itu asuransi kesehatan maupun asuransi jiwaada sedikit salah kaprah.

Pertama, jangan mengambil asuransi hanya sematamata karena mengharapkan nilaitunaiyang besar. Agen asuransi biasanya memberikan iming-iming ketika Anda mencapai usia misal 60 tahun, Anda akan mendapatkan nilaitunaisekian ratus juta rupiah atau Sekian miliar rupiah. Nilai tunai yang besar dicapai dari rencana investasi yang disiplin dan sistematis. Asuransi digunakan untuk melindungi kesehatan atau jiwa kita dari halhal yang tidak diinginkan. Jangan mencampuradukkan yang satu dengan yang lain.

Kedua, asuransi jiwa digunakan untuk melindungi keluarga (tanggungan) yang dimiliki oleh sipemberinafkah. Misalnya Anda adalah seorang suamidenganistridan dua anak yang menjadi tanggungan Anda. Maka, Anda Wajib memiliki asuransi jiwa agar seandainya terjadi sesuatu hal pada diri Anda, istri dan dua anak Anda tetap bisa menjalani hidup dengan layak dan berkecukupan.

Atau, seandainya Anda belum berkeluarga namun kedua orangtua Anda hidup di bawah tanggungan Andamisal karena usia merekayangsudahtuaataukondisikesehatan tak memungkinkan untuk bekerja lagimaka Anda juga wajib memiliki asuransijiwa. Hal ini untuk mengantisipasi seandainya terjadi sesuatu hal pada diri Anda, maka kebutuhan hidup orangtua yang menjadi tanggungan Anda masih bisa tercukupi. Namun, seandainya Anda masih lajang dan tidak memilikitanggungan hidup, maka Anda takperlu mengambil asuransijiwa.

Ketiga, apabila asuransijiwa digunakan untuk melindungi tanggungan yang dimiliki oleh sipemberi nafkah, maka asuransikesehatandigunakan untukmelindungisipemberi nafkah itu sendiri. Kebanyakan dari kita adalah pekerja aktif yang penghasilannyasedikit banyak dipengaruhioleh aktivitas kita. Seandainya kita menderita suatu penyakit, maka asuransikesehatan menjamin kita dalam membayar kebutuhan obat-obatan, dokter, atau biaya rumah sakit, sehingga diharapkan sakitnya kita tidak akan terlalu mengganggu kondisi finansial kita secara keseluruhan.

Hanya saja perlu dicatatbahwa pada umumnya asuranSi kesehatan sudah menjadi benefityang dicoveroleh kantor tempat kita bekerja sehingga kita tidak perlu repotrepot menyiapkan sendiri. Kalau Anda termasuk orang yang cenderung sering sakitsakitan atau menderita penyakit tertentu, tidak ada salahnya menyiapkan sendiri asuransi kesehatan ini karena bisa jadi plafon dan benefit yang disediakan oleh asuransivia kantortidak selalu memadai. Selain itu, sebagian kecil orang ada jugayang cenderung lebih memilih pengobatan tradisional (pengobatan cina, teknik bekam, dan lainlain) yang tidak dicover oleh asuransi.

Categories: Uncategorized Tags:
December 5th, 2014