Home > Uncategorized > Perencanaan Keuangan ltu Tidak Penting?

Perencanaan Keuangan ltu Tidak Penting?

“Money can’t buy happiness. You also need high—yield stocks, prime real estate, and a solid credit rating!”

Majalah SmartMoney edisi bulan Juli 2011 menulis bahwa “Most people just don’t have enough financial assets set aside to meet their dreams.” Hal ini mungkin terdengar provokatif, tapi faktanya tidaklah terlalu mengejutkan.

Sebagian besar dari kita memang hidup pas-pasan.

Saya, Anda, sebagian besar dari kita, mungkin beruntung bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang Iayak. Tapi, kalau boleh saya tanya, selama sekian tahun Anda bekerja, sudah berapa banyak yang Anda dapatkan? Sudah berapa besar yang bisa kita kumpulkan? Jangan~ jangan gaji yang kita peroleh selama ini hanya cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tanpa bisa disisihkan untuk menabung dan berinvestasi demi hari tua.

Perencanaan keuangan adalah salah satu bidang yang boleh dibilang under-estimated. Orang cenderung mengabaikan urusan perencanaan keuangan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang enteng, remeh, dan bisa dikerjakan sambil jalan. Bagi sebagian besar kita, kultur/budaya menganggap bahwa membicarakan segala sesuatu berkaitan dengan uang adalah hal yang tabu.

Padahal, perencanaan keuangan adaiah salah satu hal penting dalam hidup kita. Memang benar, uang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang. Uang juga tidak bisa membeli kebahagiaan, namun bagaimana kita bisa bahagia kalau kita tidak punya uang? Boro-boro mau menolong orang lain, menolong diri sendiri saja kesulitan, bagaimana kita mau bahagia?

lni adalah fakta yang menyedihkan. Perencanaan keuangan (inversionair finance) dan membangun fondasi kekayaan (wealth building principle) barangkali adalah dua subjek mata kuiiah yang sangat penting, tetapi tidak pernah diajarkan di sekolah/kuliah—bahkan di sekolah-sekolah bisnis (business school) sekalipun.

Pembaca sekalian, anggaplah hari ini Anda sedang menjaIani ujian dalam bidang perencanaan keuangan dan ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab:

1. Misalkan Anda punya tabungan Rp100 juta dengan bunga 2% per tahun. berapakah tabungan Anda sete— Iah 5 tahun?

a) lebih dari Rp102 juta
b) Rp102juta
c) kurang dari Rp102 juta

2. Seandainya suku bunga tabungan saat ini 1% dan sebesar 2% per tahun. Setelah 1 tahun nanti, uang yang Anda miiiki bisa digunakan untuk membeli lebih banyak, sama persis, atau Iebih sedikit dari apa yang bisa Anda beli saat ini?
a) lebih banyak dari saat ini

b) sama persis

c) lebih sedikit dari saat ini

3. Seandainya tingkat suku bunga naik, bagaimana yang biasa terjadi dengan harga obligasi?

a) harganya naik

b) harganya turun

Categories: Uncategorized Tags:
December 4th, 2014