Home > Uncategorized > Sumber Dari Segala Sumher Masalah

Sumber Dari Segala Sumher Masalah

“A credit card is what you use when something costs too much and you want to pay more for it.”

Berdasarkan riset yang saya lakukan, 97% massalah yang dihadapi orang-orang terkait dengan keua ngarl adalah soal utang-piutang dan kartu kredit. Padahal. sejatinya utang-piutang adalah masalah yang sederlnana. Kartu kreditjuga pada awalnya diciptakan untuk memlbantu kita. Lalu, mengapa keduanya malah menjadi sulmber masalah?
Pertama, perlu digaris bawahi bahwa utang piutang dan kartu kredit bukanlah masalah, melainkan gejala atau symptom.

Apabila dirunut secara kronologis, maka, permasalahan keuangan lahir sebagai akibat dari belanja yang berlebihan (excessive spending) danatau kurangnya penghasilan (insufficient income. Bila dirunut lebih jauh lagi, sesungguhnya kedua haltersebut muncul sebagai akibat darigaya hidup (life habits)yang kurang sesuai.

Hal inilah yang menyebabkan mengapa persoalan keuangan menjadi masalah yang sering kali sulit diatasi oleh sebagian besar orangmasalah keuangan sangat erat dengan masalah gaya hidup.

Permasalahankeuanganyang dihadapi seseorang adalah cerminan dari gaya hidup (life habits) dan sikap mental (attitudeyang dimilikinya.

 

Inilah mengapa begitu banyak buku, majalah, tabloid, website, blog, dan sumbersumber informasi lain yang mengulas soal permasalahan keuangan. Kita berharap bahwa ada sesuatu rahasia” atau insider tips” yang bisa membantu persoalan keuangan kita. Kita terus mencari dan mencari lagi informasiinformasi baru. Sayangnya, makin banyak buku, majalah, tabloid, website, blog, dan tulisanyangkitabaca, malah membuatkitamakinbingung dan tidak mengatasi masalah. Karena masalah sesungguhnya ada di dalam diri kita sendiri.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang lumrah kita

lakukan:

1) Salah membuat prioritas. Kita sering salah dalammenyusun prioritas. Kitamerasabahwa setelah kita membeligadgetterkiniatau mobilterbaru, akan memberikan kita rasabahagia dan nyaman. Padahal kenyataannya tidak demikian.

2) Melihat kartu kredit sebagaiuang. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa kartu kredit adalah sama dengan uangyang bisa kita gunakan kapan saja untuk berbelanja dan membeli sesuatu. Cara kerja kartu kredit tidaklah demikian.

3) Impulsive spending. Kita membeli sesuatu hanya menuruti emosi dan ego dalam diri kita sendiri tanpa ada pertimbangan dan pemikiran secara rasional. Nilai guna dan kebermanfaatan dari suatu barangyang kita beli dikalahkan oleh faktor emosi dan ego.

Categories: Uncategorized Tags:
December 4th, 2014